VIMANEWS.ID-Sistem digitalisasi bansos kini resmi diuji coba di Kabupaten Tegal guna menciptakan transparansi bantuan sosial yang jauh lebih akurat.
Pemerintah pusat menunjuk wilayah ini karena komitmen kuat dalam implementasi digitalisasi bansos demi meminimalisir kesalahan data penerima.
Langkah strategis digitalisasi bansos tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan data kependudukan secara sistematis di seluruh wilayah.
Baca Juga: Dulu Peringkat Bawah Sekarang Kota Tegal Sukses Menjelma Menjadi Pusat Kota Paling Toleran Nasional
“Dengan digitalisasi, penyaluran bantuan diharapkan lebih transparan, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman,Kamis (16/4/2026) di Gedung Dadali.
Sekda Amir Makhmud menegaskan bahwa momentum ini sangat penting untuk memperbaiki validitas data penerima manfaat di 287 desa dan kelurahan.
Fasilitasi program dilakukan dengan mengerahkan agen pendamping agar pengawalan bantuan bersifat substantif dan bukan sekadar administratif.
Baca Juga: Ketua HNSI Jawa Tengah Ungkap Kondisi Darurat Nelayan Imbas Kenaikan Drastis Harga BBM Non-Subsidi
Kepala Dinas Sosial menyatakan bahwa penyelarasan antar pemangku kepentingan krusial karena ada 862.233 jiwa masuk dalam kelompok prioritas.
“Sekitar 862.233 jiwa berada pada kelompok desil satu sampai lima yang menjadi target prioritas,” ungkap Kepala Dinsos Tegal, Tri Guntoro.
Dasar hukum pelaksanaan transformasi digital ini merujuk pada Perpres Nomor 82 Tahun 2023 serta Instruksi Presiden terbaru Nomor 4 Tahun 2025.
Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Melejit Tajam,Pengguna Pertamax Turbo Pertamina Dex dan Dexlite Menjerit
Direktur PIAK menilai Kabupaten Tegal memiliki kesiapan infrastruktur digital yang mumpuni untuk masuk dalam prioritas pengembangan Wilayah 3.