Target utama dari skema baru ini adalah menghapus inclusion error dan exclusion error agar bantuan jatuh ke tangan masyarakat yang berhak.
“Kami berupaya meminimalisir inclusion error dan exclusion error agar bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegas Muhammad Nuh Al Azhar.
Pemerintah daerah optimistis bahwa integrasi data tunggal akan membuat proses birokrasi penyaluran bantuan menjadi lebih efektif dan efisien.***
Artikel Terkait
Perkuat Nilai Pancasila, Wahyudin Noor Aly Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Kabupaten Tegal
Dua Sungai Meluap Dini Hari, Ribuan Rumah di Suradadi Kabupaten Tegal Terendam Banjir
Mabes TNI Sosialisasikan Zero Waste Libatkan Forkopimda Kota dan Kabupaten Tegal
Momentum Ramadan, PLN UP3 Tegal dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal Teken MoU Penguatan Penanganan Hukum
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Minta Anggaran KONI Ditambah Demi Dongkrak Prestasi Olahraga