Target utama dari skema baru ini adalah menghapus inclusion error dan exclusion error agar bantuan jatuh ke tangan masyarakat yang berhak.
“Kami berupaya meminimalisir inclusion error dan exclusion error agar bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegas Muhammad Nuh Al Azhar.
Pemerintah daerah optimistis bahwa integrasi data tunggal akan membuat proses birokrasi penyaluran bantuan menjadi lebih efektif dan efisien.***