VIMANEWS.ID-Pemerintah Kota Tegal menyepakati pengembangan PSEL, yakni pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan teknologi ramah lingkungan.
Penandatanganan proyek PSEL berlangsung di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta pada Senin siang (13/4/2026) untuk memperkuat sinergi antar wilayah.
Kerja sama ini mendukung target PSEL dalam mengurangi volume sampah di Jawa Tengah yang mencapai total hingga 17.300 ton setiap harinya.
Baca Juga: Kunjungan Komisi II DPR RI ke BPN Tegal Ungkap Beragam Keluhan Warga Soal Sertifikat Tanah
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyaksikan langsung sinergi aglomerasi ini guna mempercepat penanganan sampah nasional.
"Tiga aglomerasi di Jawa Tengah ini paling tidak berkontribusi dalam pengurangan sampah nasional sebesar 3.000 ton per hari," ujar Hanif.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan agar nota kesepahaman ini segera dieksekusi melalui pembagian zonasi regional daerah.
Baca Juga: Muscab FPTI Brebes Tetapkan Herkusnadi Ketua Baru Periode 2026–2030
"Aglomerasi ini dimaksudkan agar sampah kota di atas 1.000 ton diharuskan menjadi zonasi sampah yang bersifat regional," kata Ahmad Luthfi.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan langkah ini adalah solusi konkret untuk menghadapi tantangan limbah yang kian kompleks.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetya, optimis bahwa teknologi ini akan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
Baca Juga: 800 Peserta Ikuti Halal Bihalal SGS, Wakil Bupati Tegal Dorong Gaya Hidup Sehat
"Sampah harus diubah menjadi energi demi mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan listrik bagi warga," tutur Yuli Prasetya.
Artikel Terkait
IKBT Bahari Ayu Gelar Aksi Pungut Sampah di Jakarta Dorong Program Energi Listrik
Universitas Harkat Negeri Soroti Ancaman Sampah Plastik Global dalam Kuliah Umum Internasional
Kota Tegal Jalur Mudik, Dedy Yon Minta Pengelolaan Sampah Diperkuat Jelang Lebaran
PSEL Sampah Energi Listrik Jadi Solusi, Prabowo Subianto Targetkan Banten dan Semarang Raya
Harga Plastik Naik, Bank Sampah Brebes Jadi Ladang Cuan Warga Desa