Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sumber pasti penyebab keracunan dalam program MBG tersebut.
Pada hari kejadian, menu yang dibagikan meliputi sayuran campur, telur tahu orak-arik, stroberi, bakso, dan spageti.
“Diduga dari makanan spageti, tapi kita tunggu hasil resmi dari laboratorium,” kata Pramono Anung.
Baca Juga: Tiga Personel UNIFIL Asal Indonesia Gugur di Lebanon Pemerintah Desak Penyelidikan Internasional
Biaya pengobatan seluruh siswa yang terdampak dipastikan akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan maksimal tanpa beban biaya.
Operasional SPPG Pondok Kelapa 2 dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh pascakejadian tersebut.
Baca Juga: Santri Gagal Terbang!29 Penumpang Super Air Jet Tertinggal Meski Sudah Boarding Pass
Sebagai pengganti, distribusi MBG tetap berjalan melalui SPPG lain agar program tidak terhenti di sekolah penerima manfaat.***
Artikel Terkait
Keracunan Usai Memakan Makanan Bergizi Gratis, Seperti Ini Penjelasan Ketua Badan Gizi Nasional
Ini Deretan Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Daerah di Indonesia Sejak Oktober 2024 Hingga April 2025
Banyak Siswa Keracunan MBG, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Minta BGN Lakukan Hal Ini
Prabowo Turun Tangan Usai Ribuan Keracunan MBG, Kepala BGN Dipanggil ke Istana
Pemkot Tegal Perketat Pengawasan SPPG, Antisipasi Keracunan Program Makan Bergizi Gratis Demi Kesehatan Anak Sekolah